Jumat, 08 Juni 2012

Primadona Masih Enggan Mati


Perkembangan teknologi digital makin mengganas, namun Tini masih saja mengandalkan dua buah mesin tik bekasnya untuk penghidupan. 

Di suatu siang yang cukup mendung, Tini masih masyuk dengan pekerjaannya. Jari-jarinya lincah menari di atas papan mesin tik sedangkan matanya fokus membaca jilidan kertas. Sekalipun ia mengobrol dengan saya ataupun pelanggannya, irama ketikan Tini tidak sedikitpun melambat. Hasil ketikan Tini pun jarang sekali salah. Bisa dibilang, ia memiliki konsentrasi yang luar biasa bagus.
Tini, 40 tahun, adalah seorang tukang ketik manual. Kiosnya, Shinta Ketik Manual, berada di ujung perempatan Jalan Colombo. Setiap hari, ia harus menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam. Maklumlah, rumahnya terletak di daerah Pajangan, perbatasan antara Bantul dan Kulonprogo.